Selasa, 03 Maret 2009

SMA NEGERI 1 CIBEBER “KAMPUS ORANG HUTAN”

SMA Negeri 1 Cibeber dalam Olympiade Kehutanan Indonesia yang diselenggarakan oleh Departemen Kehutanan Indonesia mengirimkan siswanya sebanyak lima orang untuk menjadi dutanya dalam seleksi tersebut. Seleksi awal adalah membuat makalah dan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Departemen Kehutanan dalam bentuk tulisan.
Kelima siswa tersebut dan judul makalah adalah sebagai berikut:

Erwan Yudiar Darussalam dengan Makalah: Alam sebagai Renungan Hidup
Lia Kusuma Dewi dengan Makalah: Lingkungan dan Pelestariannya
Meti Mutia Ulfah dengan Makalah: Hutan paru-paru dunia
Opic Taofic Muflih dengan Makalah: Aku Ingin Hidup 1000 tahun lagi
Zulfah dengan Makalah: Sehatku, Sehat lingkungan tanpa Pencemaran

Dari lima dutanya tersebut seluruh siswa masuk nominasi dan akan diundang secara langsung untuk mengikuti seleksi tahap final yang akan diselenggarakan di Universitas Gajah Mada pada tanggal 10 sampai tanggal 15 Maret 2009.
Kelima siswa SMA Negeri 1 Cibeber ini adalah mewakili Kabupaten Cianjur, dan 7 (tujuh) siswa yang ada di Jawa Barat.

Senin, 16 Februari 2009

Lomba Cepat Tepat Biologi di UPI




Kembali siswa-siswi SMA Negeri 1 Cibeber membuat “ulah” di Universitas Pendidikan Bandung dalam ajang LOMBA CEPAT TEPAT BIOLOGI (LCTB) dengan memasuki Tahap Seleksi Pusat dan Babak Semi Final yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi terkemukan tempat melahirkan Guru-Guru di Indonesia ini. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 10 sampai dengan 14 Pebruari 2009.

Team peserta Lomba Cepat Tepat Biologi dari SMA Negeri 1 Cibeber ini di bawah binaan Guru-Guru Mata Pelajaran Biologi dan dibimbing oleh Bapak Slamet Widayat, adapun team yang masuk tingkat seleksi pusat adalah sebagai berikut:
 Erwan Kelas XI IPA 3
 Ika Kelas XI IPA 4
 Astri Kelas X 3
 Rahma Kelas XI IPA 2

Sementara Team yang sampai masuk Babak Semi Final adalah sebagai berikut:
 Zulfa Kelas XI IPA 3
 Opik Taufik M Kelas X 3
 Hani Septiani Kelas X 6
 Asri Aqidah Kelas XI IPA 4

Zulfa dan Opik Taufik M pada ajang Lomba Cepat Tepat Biologi Pesta Sains Institut Pertanian Bogor pada bulan September 2008, berhasil menduduki peringkat ke 31 dari 140 regu peserta se-Indonesia.

Dalam kesempatan menerima siswa-siswa terbaik tersebut Kepala SMA Negeri 1 Cibeber mengucapkan terima kasih dan bangganya kepada siswa-siswa tersebut yang telah dapat mengharumkan nama besar SMA Negeri 1 Cibeber walaupun dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Jumat, 13 Februari 2009

Valentine's Day

Hingga kini, masih terjadi perbedaan pendapat tentang asal-usul perayaan Valentine. Beragamnya versi sejarah seputar Valentine ini, diakibatkan oleh penyampaian kisah ini hanya diceritakan dari mulut ke mulut. Salah satu kisah popular mengungkapkan Valentin’s Day merupakan sebuah perayaan untuk menghormati sang tokoh, St. Valentinus. Valentinus adalah seorang martyr (istilah yang dalam islam berarti syuhada), yang karena pengorbanannya dalam menyebarkan ajaran Kristiani diberi gelar saint atau santo/santa, yang berarti orang suci. Santo Valentinus sangat peduli pada orang miskin dan menderita. Itulah yang menyebabkannya mendapat simpati dari orang miskin. Ajaran kasih sayangnya membuat orang-orang Romawi berbondong-bondong minta dibaptis.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Vallentinus dipenggal kepalanya karena pertentangannya dengan raja Romawi yang dipimpin Raja Cladius II (268-270 M). untuk mengagungkan valentinus yang dijadikan simbol ketabahan, keberanian, dan kepasrahaan dalam menghadapi cobaan hidup, para pengikutnya memperingati kematian St. Valentinus sebagai upacara keaagamaan.
Tetapi sejak abad ke-16 M, upacara keagamaan tersebut berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi perayaan bukan keagamaan. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuaan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang diseut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
Setelah ajaran Kisten masuk Romawi, pesta Supercalis kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentinus. Akhirnya, hari kasih sayang di majukan sehari menjadi tanggal 14 Februari. Sampai sekarang perayaan Valentine’s Day dilambangkan dengan burung dara berwarna pink, lambing kedamaian dan kasih sayang.
Meskipun St. Valentinus sangat dihormati, sehingga menjadi salah satu perayaan umat Kristen. Namun banyak pihak gereja menilai, Valentine’s Day yang kini marak dirayakan anak muda sudah salah kaprah dan sudah melenceng dari ritual gereja. “Perayaan Valentine yang ramai saat ini, tidak ada hubungannya dengan dengan ajaran Kristen, tutur Frans, staf Keuskupan Agung pusat Jakarta. Menurut Frans, dalam liturgy gereja tidak ada ajaran tentang Valentine’s Day hari kasih sayang. Yang ada hanyalah semacam peringatan atas kematian seorang wanita pada zaman dahulu yang dianggap suci, Valentine.
Di tanah air, kita mengenal hari Valentine sebagai “hari pacar” kaum muda cukup bersemangat menyambutnya. Media masa tampak hiruk pikuk untuk meramaikannya, demikian pula dengan para pedagang kartu Valentine dan cinderamata. Namun, dibalik gemerlap perayaan Valentine, beberapa tokoh Islam mengaku prihatin atas gandrungnya para remaja dalam merayakan hari kasih sayang itu.
Alasannya, perayaann Valentine berasal dari ritual gereja untuk mengenang tokoh suci santo Valentine. Sedangkan Islam mengajarkan bahwa ”barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut”. (hadist) jelasnya, merayakan Valentine sama saja dengan menggadaikan aqidah islam. Selain itu, perayaan Valentine tidak dapat disangkal telah menimbulkan ekses negatif. Perayaan kasih sayang antara pasangan yang merayakan Valentine sering kebablasan. Mereka tidak sekedar berkirim kartu, tapi juga tak segan mengorbankan kehormatannya demi cintanya pada sang kekesih. Hari Valentine juga sering disertai dengan pesta seks di tempat-tempat wisata. Memprihatinkan memang. Kasih sayang dalam Valentine bersifat semu, kasih sayang yang hanya berlandaskan nafsu syahwat. Karena itu, Valentine tak ubahnya dengan legalisasi perzinahan.
Semoga dapat disimak baik-baik.

Itang - PAI SMAN Cibeber

Rabu, 11 Februari 2009

IBU PALESTINA BERDOA

Ketika seorang anak Palestina luncurkan
Sebutir peluru menembus rompi Keangkuhan
Ibu-ibu Palestina memekik nama-MU

Ketika seorang tentara Israel tumbang
Allah Akbar
ibu Palestina mendoa
Ya Allah, lahirkan dari rahimku seribu anak-anak suhada
yang menyobek rompi-rompi tentara keangkuhan
setiap pagi sebelum azan dhohur-Mu

IBU PALESTINA TAK PERNAH MENANGIS

(9 Januari 2009)

Yang membasahi Gaza Akhir 2008
bukanlah darah anak-anak Palestina
juga bukan air mata Ibu Gaza
Tapi laut keangkuhan yang menggila

Ibu Palestina tak pernah menangis
walau lima puluh suhada perhari pergi

Ibu Palestina tak pernah menangis
karena rahimku akan lahirkan
Seribu suhada perhari

IBU PALESTINA TAK PERNAH MENANGIS

(29 Desember 2008)

Anakku
Ketika kau berangkat tinggalkan ibu menuju perbatasan
Ibu lepas dengan senyum bangga
Ibu tahu kau akan hadang mesin-mesin gila
Anakku
Ketika deru kembang api di Gaza dinyalakan
ketika cendawan putih telah ditiupkan
Ibu tahu kau tak mampu mencegatnya
Anakku
Ibu tak akan tangisi ketika kau dipulang ke rumah
Atau ibu tak sempat lagi lihat dirimu
Anakku
Ibu hanya akan cium dirimu dalam kafan suhadamu

PERPUSTAKAAN SEKOLAH IMPIAN

Sudah dua tahun lahirnya Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007, yang mengatur mengenai perpustakaan, tapi sampai hari nasib Undang-Undang tersebut hanya sampai di meja keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (tersimpan rapi sebagai pernah dibicarakan dan dibuatkan keputusannya bersama keputusan rapat yang lainnya).
DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang (UU) Perpustakaan, yang mengatur tentang status kedudukan, kelembagaan, tugas, wewenang, fungsi dan pustakawan perpustakaan menjadi undang-undang.
"Sekarang perpustakaan sudah menjadi lembaga yang dikukuhkan ke dalam undang-undang," kata Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar, H Mujib Rohmat usai pengesahan UU Perpustakaan di Gedung DPR, Jakarta.
Menurut Mujib, dalam undang-undang tersebut juga diatur hubungan antara perpustakaan nasional dan perpustakaan di seluruh Indonesia.
Menurut legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini, perpustakaan nasional berperan dalam pengembangan sistem antar perpustakaan.

Selain itu, ucap dia, berdasarkan UU tersebut, seluruh lembaga pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi diwajibkan memiliki perpustakaan.
"Lima persen dari biaya operasional harus dialokasikan untuk biaya perpustakaan," tutur H Mujib Rohmat.
UU Perpustakaan itu disahkan dalam Sidang Paripurna DPR yang digelar di DPR.
Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno dan dihadiri Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo.

Entah sampai kapan Undang-Undang Perpustakaan yang telah dibuat (memakan biaya yang mahal dan waktu yang panjang) dapat diterapkan disetiap lembaga pendidikan, khususnya di SMA Negeri 1 Cibeber yang telah mendapat predikat Sekolah Standar Nasional.
Kalau saja alokasi dana 5% diterapkan untuk pengembangan perpustakaan sekolah bukan mustahil SMA Negeri 1 Cibeber menjadi Sekolah Standar Internasional BUKAN HANYA IMPIAN DAN DONGENG BELAKA